Setiap orang normal memang memiliki pola buang air besar berbentuk padat dengan frekuensi 1-3x sehari sampai sekali tiap dua hari.Bila frekuensi buang air besar kurang dari 3x dalam seminggu disebut konstipasi.Bila buang air besar encer dengan frekuensi lebih dari 3x sehari disebut diare.Kelainan konstipasi dan diare merupakan tanda adanya kelainan dari usus halus atau usus besar(kolon).Penyakit itu menimbulkan gangguan pola buang air besar mulai dari ringan(misal kolotis)sampai yang berat(misal kanker kolon).Hal itu tergantung dari pola makan dan minum,kegiatan fisik orang,kegiatan emosional orang dan lain-lain.
Makin banyak minum dan makan makanan berserat maka buang air besarnya akan makin berisi serta padat,lancar,sulit dan jarang.Makin banyak mengalami stres emosional,maka buang air besaranya terganggu juga.Atau sebaliknya malah lebih jarang,sulit dan konstipasi.
Sumber : Dokter kita edisi 8 September 2006
Penulis: DR.dr Marcellus Debrata K
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Perkembangan penelitian di bidang bioenergi, bukanlah barang baru di dunia ini. Penjajakan peluang aplikasi bioenergi untuk di industrialisasi telah lama didengungkan, dan sekarang telah memasuki tahapan produksi secara massal dan siap di komersialisasikan. Diharapkan dalam beberapa tahun mendatang, bioenergi akan menjadi alternatif dan mampu bersaing dengan minyak dan gas bumi (migas) dalam mempertahankan ketahanan energi di dunia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar