Jumat, 25 Juli 2008

Geography around us

Dalam Seminar Peningkatan Relevansi Metode Penelitian Geografi tanggal 24 Oktober 1981 Prof. Bintarto dalam papernya berjudul Suatu Tinjauan Filsafat Geografi mengemukakan definisi Geografi sebagai berikut: Geografi mempelajari hubungan kausal gejala-gejala di muka bumi dan peristiwa-peristiwa yang terjadi di muka bumi baik yang fisikal maupun yang menyangkut mahkluk hidup beserta permasalahannya, melalui pendekatan keruangan, ekologikal dan regional untuk kepentingan program, proses dan keberhasilan pembangunan (Bintarto, 1984).

Seminar dan lokakarya yang dilaksanakan di Jurusan Geografi, FKIP, IKIP Semarang kerjasama dengan IGI tahun 1988 telah menghasilkan rumusan definisi: Geografi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perbedaan dan persamaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kelingkungan, kewilayahan dalam konteks keruangan.

Menurut wikipedia :
Geografi adalah ilmu tentang lokasi dan variasi keruangan atas fenomena fisik dan manusia di atas permukaan bumi. Kata geografi berasal dari Bahasa Yunani yaitu gĂȘ ("Bumi") dan graphein ("menulis", atau "menjelaskan").

Geografi juga merupakan nama judul buku bersejarah pada subyek ini, yang terkenal adalah Geographia tulisan Klaudios Ptolemaios (abad kedua).

Geografi lebih dari sekedar kartografi, studi tentang peta. Geografi tidak hanya menjawab apa dan dimana di atas muka bumi, tapi juga mengapa di situ dan tidak di tempat lainnya, kadang diartikan dengan "lokasi pada ruang." Geografi mempelajari hal ini, baik yang disebabkan oleh alam atau manusia. Juga mempelajari akibat yang disebabkan dari perbedaan yang terjadi itu.

Geografer menggunakan empat pendekatan:
* Sistematis - Mengelompokkan pengetahuan geografis menjadi kategori yang kemudian dibahas secara global
* Regional - Mempelajari hubungan sistematis antara kategori untuk wilayah tertentu atau lokasi di atas planet.
* Deskriptif - Secara sederhana menjelaskan lokasi suatu masalah dan populasinya.
* Analitis - Menjawab kenapa ditemukan suatu masalah dan populasi tersebut pada wilayah geografis tertentu.

Istilah geografi untuk pertama kalinya diperkenalkan oleh Erastothenes pada abad ke 1. Menurut Erastothenes geografi berasal dari kata geographica yang berarti penulisan atau penggambaran mengenai bumi. Berdasarkan pendapat tersebut, maka para ahli geografi (geograf) sependapat bahwa Erastothenes dianggap sebagai peletak dasar pengetahuan geografi.

Pada awal abad ke-2, muncul tokoh baru yaitu Claudius Ptolomaeus mengatakan bahwa geografi adalah suatu penyajian melalui peta dari sebagian dan seluruh permukaan bumi. Jadi Claudius Ptolomaeus mementingkan peta untuk memberikan informasi tentang permukaan bumi secara umum. Kumpulan dari peta Claudius Ptolomaeus dibukukan, diberi nama ‘Atlas Ptolomaeus’.

Menjelang akhir abad ke-18, perkembangan geografi semakin pesat. Pada masa ini berkembang aliran fisis determinis dengan tokohnya yaitu seorang geograf terkenal dari USA yaitu Ellsworth Hunthington. Di Perancis faham posibilis terkenal dengan tokoh geografnya yaitu Paul Vidal de la Blache, sumbangannya yang terkenal adalah “Gen re de vie”. Perbedaan kedua faham tersebut, kalau fisis determinis memandang manusia sebagai figur yang pasif sehingga hidupnya dipengaruhi oleh alam sekitarnya. Sedangkan posibilisme memandang manusia sebagai makhluk yang aktif, yang dapat membudidayakan alam untuk menunjang hidupnya.

Setiap manusia memiliki pendapat masing-masing tentang berbagai hal dalam kehidupannya. Demikian pula dengan definisi atau pengertian geografi. Berikut ini disajikan beberapa definisi yang akan saling melengkapi dan dengan demikian diharapkan dapat menyingkap inti masalah atau pokok kajian geografi.
Definisi 1: Preston e James berpendapat bahwa, “Geografi dapat diungkapkan sebagai induk dari segala ilmu pengetahuan” karena banyak bidang ilmu pengetahuan selalu mulai dari keadaan muka bumi untuk beralih pada studinya masing-masing.
Definisi 2: “Geografi adalah interaksi antar ruang”. Definisi ini dikemukakan oleh Ullman (1954), dalam bukunya yang berjudul Geography a Spatial Interaction.
Definisi 3: Objek study geografi adalah kelompok manusia dan organisasinya di muka bumi. Definisi ini dikemukakan oleh Maurice Le Lannou (1959). Ia mengemukakan dalam bukunya yang berjudul La Geographie Humaine.
Definisi 4: Paul Claval (1976) berpendapat bahwa ‘Geografi selalu ingin menjelaskan gejala gejala dari segi hubungan keruangan’.
Definisi 5: Suatu definisi yang lain adalah hasil semlok (seminar dan lokakarya) di Semarang tahun 1988. Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kewilayahan dan kelingkungan dalam konteks keruangan.

Kalau kita perhatikan beberapa definisi/pengertian dan sejarah perkembangan dari geografi tersebut, ternyata pengertian geografi selalu mengalami perkembangan. Namun kalau kita kaji lebih jauh, di antara pandangan para ahli tersebut tampak ada kesamaan titik pandang. Kesamaan titik pandang tersebut adalah mengkaji:
1. bumi sebagai tempat tinggal;
2. hubungan manusia dengan lingkungannya (interaksi);
3. dimensi ruang dan dimensi historis; dan
4. pendekatannya, spasial (keruangan), ekologi (kelingkungan) dan regional (kewilayahan).

materi referensi:

Ha???

Wa, dah lama da nulis blog...
Tahun ini aku dah SMA...
Seneng deh, tapi banyak temenku yang pindah.
Aku berharap bisa dapet nilai bagus di SMA, dan meraih prestasi.
OK, doakan ya...

Minggu, 11 Mei 2008

Katak... Katak???

Di tengah sebuah padang rumput terdapat sebuah kolam. Di dalam kolam itu tinggal berpuluh-puluh katak. Di antara anak-anak katak yang membesar di situ, terdapat seekor yang paling kuat dan berani bernama Kenthus. Oleh karena itu, Kenthus menjadi sombong dan tidak berhati-hati. Kakak Kenthus sering menasihatinya agar tidak bersikap sombong tetapi Kenthus tidak menghiraukan peringatan kakaknya. Lebih-lebih lagi setelah dia dapat mengalahkan seekor anak katak yang mencabarnya. Anak-anak katak yang lain pula mulai menghindarinya hingga dia tidak ada teman bermain.

Pada suatu pagi, Kenthus berlatih melompat di padang rumput. Ketika itu juga ada seekor anak lembu yang sedang bermain di situ. Sesekali, anak lembu itu mendekati ibunya untuk menyedot susu. Anak lembu itu gembira, berlari-lati menyenggok rumput yang segar. Tiba-tiba lidahnya yang dijulurkan terkena sesuatu yang segera menjauhinya.

"Huh, berani makhluk ini mengusikku,” kata Kenthus dengan perasaan marah sambil coba menjauhi anak lembu itu. Anak lembu itu pula tidak berniat untuk mengganggunya. Kenthus menjadi cemas dan melompat dengan segera untuk menyelamatkan diri.


Apabila Kenthus sampai di tepi kolam, kawan-kawannya, terpingkal-pingkal melihat keadaannya. “ Hai Kenthus, mengapa terengah -engah? Mukamu pucat lesu!'

"Tidak apa-apa. Aku hanya cemas saja. Lihatlah di tengah padang rumput itu. Aku tidak tahu mahkluk apa, tapi ia sangat sombong. Mahkluk itu hendak menelan aku,” kata Kenthus dengan napas tercungap-cungap(?). Kakaknya yang baru tiba di situ menjelaskan, ”Mahkluk itu anak lembu. Sepengetahuan kakak, anak lembu tidak jahat...,"

"Tidak jahat? Saya tidak pikir begitu. Saya hampir ditelannya tadi,” kata Kenthus. “Ah, tidak mungkin, lembu tidak makan katak atau ikan tapi rumput,” jelas kakaknya lagi. “ Saya tidak percaya kakak. Tadi, aku dikejarnya dan hampir ditendang olehnya,” cela Kenthus.

"Wahai kawan – kawan, aku sebenarnya boleh melawannya dengan menggembungkan diriku,” kata Kenthus dengan bangga.

"Lawan Kenthus!! Kamu pasti menang,” teriak anak-anak katak ramai-ramai. “ Sudahlah Kenthus... kamu tidak dapat menandingi lembu itu. Perbuatanmu berbahaya. Hentikan!!!” kata kakak Kenthus berulang kali. Tetapi Kenthus tak peduli. Malahan Kenthus terus menggembungkan dirinya apabila mendapat sorakan dari kawan-kawannya. Sebenarnya, mereka sengaja hendak mengejek Kenthus yang congkak itu. “ Sedikit lagi... Teruskan!!” begitulah kata mereka. Tiba-tiba Kenthus jatuh lemas. Perutnya mengempis. Melihat keadaannya, kakak Kenthus membantunya. Untung, Kenthus tak apa-apa. Dia sembuh seperti sedia kala tetapi sikapnya telah berubah. Dia malu dan kesal dengan sikapnya yang congkak.

Makanya jadi orang jangan congkak, nanti kena akibatnya.